Indonesiafakta.com — Hari Ibu yang diperingati setiap tahun di Jakarta pada bulan Desember, merupakan kesempatan untuk memberikan penghormatan kepada ibu yang telah berperan penting dalam kehidupan keluarga dan masyarakat. Namun, Hari Ibu 2025 juga menjadi momentum yang sangat baik untuk lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan ibu, baik dari sisi fisik maupun mental. Para dokter pun banyak mengungkapkan bagaimana menjaga kesehatan ibu bisa berdampak langsung pada kualitas hidup mereka dan orang-orang di sekitar mereka.
Kesehatan Fisik Ibu: Pentingnya Pemeriksaan Berkala
Salah satu aspek kesehatan yang tidak boleh diabaikan oleh ibu adalah kesehatan fisik. Sebagai penggerak utama dalam keluarga, ibu sering kali lebih fokus pada kesejahteraan anggota keluarga lainnya, kadang hingga mengabaikan kebutuhan kesehatannya sendiri. Padahal, kesehatan fisik ibu berpengaruh besar pada kualitas hidup keluarga.
Menurut Dr. Ana Setiawati, seorang dokter spesialis kesehatan ibu di Jakarta, ibu yang rutin menjalani pemeriksaan kesehatan tahunan memiliki peluang lebih besar untuk mendeteksi masalah kesehatan sejak dini. Pemeriksaan seperti tes darah, pemeriksaan tekanan darah, dan mamografi penting dilakukan oleh ibu di atas usia 40 tahun untuk mendeteksi penyakit seperti diabetes, hipertensi, dan kanker payudara.
Dr. Ana menjelaskan, “Ibu yang sehat akan mampu menjalankan peranannya dengan baik, baik dalam pekerjaan rumah tangga maupun dalam mendukung anak-anak mereka untuk berkembang.” Kesehatan jantung ibu juga menjadi perhatian utama.
Penyakit jantung koroner adalah salah satu penyebab utama kematian pada wanita di Indonesia, dan faktor risiko seperti stres, pola makan yang buruk, serta kurangnya aktivitas fisik menjadi penyebab utamanya. Oleh karena itu, penting bagi ibu untuk menjaga pola makan yang sehat, melakukan olahraga teratur, dan menjaga berat badan yang ideal.
Selain kesehatan fisik, kesehatan mental ibu juga sangat penting untuk diperhatikan. Banyak ibu di Jakarta yang berperan ganda—baik sebagai ibu rumah tangga maupun bekerja di luar rumah. Beban ganda ini sering kali menyebabkan stres, kecemasan, dan bahkan depresi. Dalam banyak kasus, ibu tidak merasa nyaman untuk berbicara tentang masalah mental mereka, padahal kesehatan mental yang terganggu bisa mempengaruhi cara mereka mengasuh anak dan menjalani kehidupan sehari-hari.
Psikolog klinis, Dr. Ika Pratiwi, mengungkapkan bahwa stres yang dialami ibu sering kali diakibatkan oleh ekspektasi sosial yang tinggi terhadap peran mereka. “Banyak ibu yang merasa perlu memenuhi standar kesempurnaan sebagai istri, ibu, dan pekerja. Hal ini dapat menambah tekanan emosional yang tidak sehat,” ujarnya. Untuk itu, sangat penting bagi ibu untuk belajar mengelola stres dan melibatkan diri dalam kegiatan yang bisa membantu mereka merasa lebih rileks, seperti yoga, meditasi, atau sekadar berkumpul dengan teman-teman.
Di Jakarta, beberapa rumah sakit dan klinik mulai menawarkan layanan dukungan kesehatan mental khusus untuk ibu, seperti terapi konseling dan program relaksasi. Hal ini menjadi langkah positif untuk mengurangi stigma mengenai kesehatan mental dan memberikan ibu tempat untuk berbicara mengenai perasaan dan tekanan yang mereka hadapi.
Di samping kesehatan fisik dan mental, kesehatan reproduksi juga merupakan topik yang penting bagi ibu, terutama yang sudah memiliki anak atau sedang merencanakan kehamilan. Pemeriksaan kesehatan reproduksi seperti Pap smear, USG, dan pengecekan hormon sangat penting dilakukan untuk menghindari masalah seperti kanker serviks, infertilitas, atau gangguan hormonal yang bisa mempengaruhi kualitas hidup. Banyak dokter di Jakarta menekankan bahwa menjaga kesehatan reproduksi sejak usia muda sangat penting, bahkan sebelum memutuskan untuk hamil.
“Memiliki pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi akan membantu ibu mempersiapkan tubuhnya untuk kehamilan yang sehat dan juga menjaga keseimbangan hormonal sepanjang kehidupan,” kata Dr. Arini Dewi, seorang dokter kandungan.
Hari Ibu 2025 juga menjadi kesempatan untuk mengenang betapa pentingnya peran keluarga dalam mendukung kesehatan ibu. Sering kali, ibu merasa terisolasi karena harus mengurus segala kebutuhan keluarga. Oleh karena itu, penting bagi keluarga untuk berperan aktif dalam membantu ibu menjaga kesehatannya, baik dengan memberi dukungan emosional maupun dengan ikut terlibat dalam pekerjaan rumah tangga.
Dalam beberapa tahun terakhir, komunitas di Jakarta mulai lebih sadar akan pentingnya mendukung kesejahteraan ibu. Beberapa program di sekolah-sekolah, tempat kerja, dan rumah sakit mulai mengedukasi keluarga untuk lebih peduli terhadap kesejahteraan ibu. Dukungan keluarga dalam hal ini sangat penting, karena ibu yang merasa dihargai dan didukung akan lebih termotivasi untuk menjaga kesehatannya.
Hari Ibu di Jakarta pada tahun 2025 bukan hanya sekadar perayaan untuk menghormati ibu, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga kesehatan ibu dari berbagai aspek. Kesehatan fisik, mental, dan reproduksi ibu harus menjadi perhatian bersama, baik dari pihak medis, keluarga, maupun masyarakat. Dengan lebih banyaknya edukasi dan dukungan, ibu di Jakarta dapat hidup lebih sehat dan bahagia, yang pada gilirannya akan berdampak positif bagi keluarga dan masyarakat secara keseluruhan. Jadi, pada Hari Ibu ini, mari kita tidak hanya merayakan keberanian dan pengorbanan ibu, tetapi juga memastikan mereka mendapatkan perhatian dan dukungan yang mereka butuhkan untuk tetap sehat, bahagia, dan produktif.