Pangdam XIV/Hasanuddin Perkuat Edukasi Kebangsaan Lewat Ekonomi Kreatif

Indonesiafakta.com — Panglima Kodam XIV/Hasanuddin, yang dikenal aktif dalam berbagai program pembangunan karakter dan sosial, kembali menunjukkan inovasinya dalam memperkuat edukasi kebangsaan. Kali ini, pendekatannya tidak hanya berbasis pada kegiatan militer atau sosial tradisional, tetapi melalui ekonomi kreatif, sebuah sektor yang tengah berkembang pesat dan memiliki potensi besar dalam pemberdayaan masyarakat.

Ekonomi kreatif mencakup berbagai bidang, seperti seni, kerajinan, kuliner, media digital, musik, dan teknologi. Dengan memanfaatkan kreativitas masyarakat, sektor ini mampu menciptakan peluang usaha yang tidak hanya meningkatkan kesejahteraan, tetapi juga memperkuat identitas dan nilai-nilai kebangsaan. Pangdam XIV/Hasanuddin menyadari bahwa generasi muda adalah ujung tombak dalam membangun karakter bangsa. Oleh karena itu, penguatan edukasi kebangsaan melalui ekonomi kreatif menjadi strategi yang relevan dan berkelanjutan.

Dalam pelaksanaannya, program ini mendorong generasi muda untuk berinovasi dan berwirausaha dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dan semangat persatuan. Misalnya, para pelaku usaha kreatif diajak untuk memasukkan unsur budaya lokal dalam produk mereka, sehingga masyarakat tidak hanya mendapatkan produk yang bernilai ekonomis, tetapi juga memperkuat rasa cinta tanah air. Dengan demikian, setiap karya kreatif menjadi sarana edukasi kebangsaan yang tersirat.

Pangdam XIV/Hasanuddin menekankan bahwa ekonomi kreatif bukan sekadar soal keuntungan finansial, tetapi juga media pendidikan karakter. Melalui pelatihan kewirausahaan, workshop kreatif, dan pendampingan usaha, peserta program belajar tentang disiplin, tanggung jawab, kolaborasi, dan inovasi. Semua nilai ini sejalan dengan prinsip-prinsip kebangsaan, seperti gotong royong, kepedulian sosial, dan integritas. Dalam jangka panjang, pendekatan ini diharapkan mencetak generasi yang tidak hanya mandiri secara ekonomi, tetapi juga memiliki kesadaran dan kecintaan terhadap bangsa.

Salah satu inovasi menarik dari program ini adalah pendekatan berbasis komunitas. Pangdam XIV/Hasanuddin mendorong terbentuknya komunitas kreatif di setiap wilayah, sehingga pelaku usaha dapat saling berbagi pengalaman, ide, dan peluang bisnis. Komunitas ini juga menjadi forum diskusi tentang nilai-nilai kebangsaan, sejarah lokal, dan peran masyarakat dalam menjaga persatuan. Dengan cara ini, edukasi kebangsaan menjadi lebih menyenangkan, relevan, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.

Selain itu, program ini juga menggandeng pemerintah daerah, akademisi, dan pelaku industri untuk memberikan pendampingan, akses modal, serta platform pemasaran. Kolaborasi lintas sektor ini penting untuk memastikan bahwa ekonomi kreatif dapat tumbuh secara berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Pangdam XIV/Hasanuddin percaya bahwa integrasi antara pendidikan karakter, kebangsaan, dan kreativitas ekonomi akan membentuk ekosistem yang kuat, di mana generasi muda dapat berkembang menjadi wirausahawan yang berdaya saing sekaligus patriotik.

Secara keseluruhan, langkah Pangdam XIV/Hasanuddin ini menunjukkan bahwa pendekatan inovatif dalam memperkuat edukasi kebangsaan tidak harus selalu formal. Dengan memanfaatkan ekonomi kreatif, masyarakat, khususnya generasi muda, dapat belajar tentang nilai-nilai kebangsaan melalui kegiatan yang nyata, menarik, dan produktif. Program ini sekaligus menjadi bukti bahwa penguatan karakter bangsa dapat dilakukan melalui jalan kreatif dan kolaboratif, sehingga setiap individu merasa memiliki peran aktif dalam membangun masa depan Indonesia.

Dengan demikian, inisiatif Pangdam XIV/Hasanuddin bukan hanya sekadar program ekonomi atau kewirausahaan, tetapi merupakan strategi holistik untuk membangun karakter, kreativitas, dan kecintaan terhadap bangsa. Di tengah perkembangan global dan tantangan modern, pendekatan semacam ini menjadi sangat relevan dan strategis untuk memastikan bahwa nilai-nilai kebangsaan tetap hidup, kuat, dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.