Indonesiafakta.com — Ketua DPW PKS Sulawesi Selatan, Anwar Faruq, menegaskan bahwa politik silaturahmi kini menjadi arah kebijakan resmi PKS dalam menjalankan aktivitas politiknya. Hal itu di sampaikan saat melakukan kunjungan politik ke Kantor DPD PKS Kabupaten Selayar, Rabu (26/11/2025). Menurutnya, politik silaturahmi bukan sekadar slogan, melainkan strategi yang menekankan pentingnya membangun hubungan baik dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk para kader, tokoh masyarakat, dan pemangku kepentingan. Dengan pendekatan ini, PKS berupaya menumbuhkan rasa kebersamaan, saling percaya, dan memperkuat jaringan sosial politiknya. Tidak hanya bersifat internal, politik silaturahmi juga di arahkan untuk merespons aspirasi masyarakat secara lebih humanis dan dekat. Kunjungan ke Selayar ini menjadi salah satu contoh konkret bagaimana PKS mewujudkan komitmennya dalam menerapkan politik yang berlandaskan hubungan sosial yang hangat dan harmonis.
Silaturahmi sebagai Rangkaian Kebangsaan
Kunjungan Anwar Faruq ke Selayar bukan sekadar temu kangen antar-kader, melainkan bagian dari rangkaian silaturahmi kebangsaan yang terus di gelorakan PKS. Ia menekankan bahwa pertemuan ini diisi dengan diskusi mengenai peran partai dalam memperkuat persatuan bangsa, sekaligus membahas tantangan-tantangan sosial-politik yang di hadapi daerah. Suasana pertemuan penuh antusiasme dan kekeluargaan, yang menunjukkan bahwa politik PKS tidak semata tentang kepentingan elektoral, tetapi juga tentang membangun ikatan emosional dan solidaritas sosial. Melalui kegiatan seperti ini, partai berusaha menciptakan sinergi antara kader dan masyarakat, sehingga setiap kebijakan dan program yang di rancang memiliki akar kuat dari aspirasi masyarakat. Silaturahmi kebangsaan yang di galakkan PKS juga menegaskan komitmen partai untuk berada di tengah masyarakat, menjadi bagian dari solusi, bukan sekadar pengamat.
Politik Silaturahmi Sebagai Prinsip Fundamental
Anwar Faruq, yang akrab di sapa Pak Ustadz, menekankan bahwa silaturahmi bukan hanya tradisi sosial, tetapi prinsip fundamental yang menjadi fondasi gerak politik PKS. Ia menjelaskan bahwa politik silaturahmi merupakan pendekatan strategis yang menempatkan hubungan baik, persatuan, dan nilai kekeluargaan sebagai kekuatan utama dalam menjalankan kegiatan politik. Dengan prinsip ini, setiap langkah partai, baik di tingkat lokal maupun provinsi, selalu mempertimbangkan aspek kebersamaan dan kepedulian sosial. Pak Ustadz menambahkan bahwa politik silaturahmi juga berfungsi sebagai perekat bagi seluruh kader, mengingat tantangan politik dan sosial yang kerap muncul membutuhkan solidaritas yang kuat dan koordinasi yang harmonis. Hal ini menunjukkan bahwa PKS menekankan bukan hanya pencapaian politik jangka pendek, tetapi juga pembangunan budaya politik yang humanis dan inklusif.
Sinergi Kader dan Masyarakat
Dalam pertemuan tersebut, Anwar Faruq juga mengajak seluruh kader PKS di Selayar untuk semakin aktif membangun komunikasi dengan masyarakat. Ia menekankan pentingnya mendengar secara langsung aspirasi warga, memahami permasalahan lokal, dan hadir sebagai bagian dari solusi. Kader diminta untuk menjadikan setiap interaksi sosial sebagai bentuk politik yang bermakna, di mana masyarakat merasakan kehadiran partai secara nyata. Politik silaturahmi, menurutnya, mampu memperkuat kepercayaan publik terhadap PKS, sekaligus menumbuhkan persepsi positif terhadap peran politik yang bukan hanya mencari kekuasaan, tetapi juga melayani masyarakat. Dengan demikian, hubungan antara kader dan masyarakat menjadi simbiosis yang saling menguntungkan dan mampu menghasilkan keputusan politik yang lebih bijaksana dan kontekstual.
Masa Depan Politik Berbasis Silaturahmi
Anwar Faruq menutup kunjungannya dengan menegaskan bahwa politik silaturahmi bukan sekadar tren sesaat, melainkan visi jangka panjang PKS dalam membangun politik yang beradab dan bermartabat. Ia menyampaikan bahwa partai akan terus menekankan pendekatan ini di seluruh aktivitas politiknya, mulai dari level daerah hingga nasional. Dengan menempatkan silaturahmi sebagai fondasi, PKS berharap dapat menghadirkan model politik yang berbeda, di mana integritas, kepedulian sosial, dan persatuan menjadi indikator utama keberhasilan. Kader di harapkan tidak hanya menjadi penggerak partai, tetapi juga agen perubahan positif di masyarakat, yang mampu menyeimbangkan kepentingan politik dengan kebutuhan sosial yang nyata. Politika yang berbasis silaturahmi, menurut Anwar Faruq, adalah politik yang mampu menyatukan berbagai pihak tanpa mengorbankan nilai-nilai kemanusiaan dan persatuan bangsa.