Indonesiafakta.com — Universitas Hasanuddin (Unhas), sebagai salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia, terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan kontribusi kepada masyarakat, terutama dalam bidang layanan kesehatan. Salah satu program yang sedang difokuskan oleh Unhas adalah Program Kemitraan Masyarakat (PKM) untuk memperkuat layanan kesehatan bencana di wilayah Sumatera. Mengingat rentannya wilayah Sumatera terhadap berbagai bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, dan banjir, PKM ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan, respons, serta pemulihan kesehatan pascabencana di daerah tersebut.
1. Latar Belakang Program Kemitraan Masyarakat (PKM)
PKM merupakan salah satu bentuk pengabdian masyarakat yang menjadi bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Unhas, sebagai perguruan tinggi yang berperan aktif dalam pengembangan ilmu pengetahuan, merasa penting untuk menerapkan ilmu yang telah diperoleh untuk mendukung masyarakat, terutama di daerah yang rawan bencana.
Sumatera, dengan berbagai karakteristik geologis dan geografisnya, menjadi salah satu wilayah yang sering mengalami bencana alam. Aktivitas vulkanik di beberapa daerah serta posisi wilayah yang berada di sekitar lempeng tektonik menjadikan Sumatera rawan gempa bumi dan tsunami. Selain itu, banjir dan longsor juga sering terjadi di beberapa bagian wilayah Sumatera. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas layanan kesehatan dalam menghadapi bencana sangat diperlukan untuk mengurangi dampak buruk bencana terhadap kesehatan masyarakat.
2. Tujuan PKM dalam Penguatan Layanan Kesehatan Bencana
PKM yang difokuskan oleh Unhas bertujuan untuk memberikan solusi dalam menghadapi tantangan kesehatan yang muncul akibat bencana alam. Beberapa tujuan utama dari program ini antara lain:
Meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan lokal: Program ini bertujuan untuk melatih tenaga medis, seperti dokter, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya, dalam penanganan medis darurat yang terjadi setelah bencana. Pelatihan ini juga mencakup keterampilan dalam penanganan trauma psikologis dan fisik bagi korban bencana.
Meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat: Program ini juga fokus pada peningkatan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang cara-cara untuk melindungi diri mereka sendiri dan orang lain saat terjadi bencana. Selain itu, masyarakat diajarkan bagaimana merespons secara cepat dan efektif terhadap keadaan darurat, termasuk cara pertama dalam pertolongan medis dan evakuasi.
Membangun sistem informasi kesehatan bencana: Salah satu aspek penting dalam penanganan bencana adalah sistem informasi yang efektif untuk mengelola data kesehatan korban, kebutuhan medis, serta distribusi bantuan kesehatan. PKM ini akan menciptakan sistem informasi yang terintegrasi untuk mempercepat respons dan pemulihan pascabencana.
Penyediaan fasilitas kesehatan darurat: Mengingat keterbatasan fasilitas kesehatan di daerah yang terkena bencana, PKM ini juga bertujuan untuk mendirikan pos kesehatan darurat yang dapat segera beroperasi setelah bencana terjadi, serta menyediakan obat-obatan dan perlengkapan medis yang dibutuhkan.
3. Metode Pelaksanaan PKM
Dalam pelaksanaannya, PKM ini melibatkan berbagai pihak, baik dari kalangan akademisi, praktisi kesehatan, maupun masyarakat setempat. Beberapa langkah penting dalam implementasi program ini adalah:
Pelatihan dan Simulasi: Unhas, melalui tim pengabdian masyarakat, mengadakan pelatihan untuk tenaga medis dan masyarakat terkait penanganan bencana. Pelatihan ini mencakup keterampilan teknis seperti penanganan luka, pemberian pertolongan pertama, serta pengelolaan trauma psikologis. Selain itu, simulasi bencana juga dilakukan untuk menguji kesiapan tim medis dan masyarakat dalam menghadapi bencana yang sebenarnya.
Penyuluhan kepada Masyarakat: Salah satu kunci keberhasilan dalam penanggulangan bencana adalah kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat. Oleh karena itu, penyuluhan mengenai mitigasi bencana dan langkah-langkah pencegahan sangat penting dilakukan, terutama di daerah rawan bencana. Unhas juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga kesehatan mereka sebelum, selama, dan setelah terjadinya bencana.
Kerja Sama dengan Pemerintah dan Lembaga Terkait: Unhas juga bekerja sama dengan pemerintah daerah, badan penanggulangan bencana (BPBD), serta lembaga-lembaga lain yang memiliki peran dalam penanggulangan bencana. Melalui kolaborasi ini, program ini diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan menyeluruh.
Dengan fokus pada penguatan layanan kesehatan bencana, PKM ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat Sumatera. Beberapa dampak yang diharapkan antara lain:
Penurunan angka kematian dan penyakit pascabencana: Dengan adanya pelatihan medis dan fasilitas kesehatan darurat yang memadai, korban bencana dapat segera mendapatkan penanganan yang tepat, sehingga mengurangi risiko kematian atau penyebaran penyakit akibat bencana.
Peningkatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana: Masyarakat yang lebih terlatih dan siap dalam menghadapi bencana dapat mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan oleh bencana tersebut. Selain itu, masyarakat yang teredukasi dengan baik juga dapat menjadi agen perubahan yang membantu sesama dalam keadaan darurat.
Pemulihan pascabencana yang lebih cepat: Dengan adanya sistem informasi kesehatan yang terintegrasi dan koordinasi yang lebih baik antar lembaga, proses pemulihan pascabencana dapat berlangsung lebih cepat dan terorganisir dengan baik.
Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang dilakukan oleh Unhas untuk memperkuat layanan kesehatan bencana di Sumatera merupakan langkah strategis yang sangat relevan dengan kondisi geologis dan geografis wilayah tersebut. Dengan mengedepankan pendekatan berbasis masyarakat, pelatihan tenaga medis, serta pengembangan sistem informasi bencana yang lebih baik, diharapkan program ini dapat membantu meningkatkan kesiapsiagaan dan respons terhadap bencana, serta mempercepat pemulihan kesehatan bagi korban bencana. Ini adalah salah satu contoh nyata bagaimana perguruan tinggi dapat berperan aktif dalam pengabdian kepada masyarakat untuk mengatasi masalah yang dihadapi masyarakat secara langsung.